• Home »
  • Puisi »
  • PUISI DARIKU UNTUK SAUDARAKU DI BUMI TURANG YANG SEDANG DILANDA BENCANA SINABUNG

PUISI DARIKU UNTUK SAUDARAKU DI BUMI TURANG YANG SEDANG DILANDA BENCANA SINABUNG

10/15/2014

       Ini adalah sebuah untaian kata-kata puisi yang kupersembahkan untuk saudara-saudaraku di Bumi Turang tercinta yang sedang dilanda bencana Gunung Sinabung yang tak kunjung reda. Mungkin memang hanya dengan puisi tidaklah berarti penting begitu membantu bagi mereka, namun saya berharap setidaknya mereka dapat sedikit terhibur dan melupakan kesedihan di hati mereka sejenak pada saat membaca puisi dari saya ini yang saat ini begitu mendoakan agar tanah kelahiranku Bumi Turang dapat segera tersenyum kembali seperti sedia kala.

 Gadis Kecil di Gubuk itu

Oleh: Dimas Alfyan Singarimbun

Mengapa………?
Mengapa ini terjadi di tanahku?
Mengapa……….?
Mengapa mata ini melihat secercah senyum yang sirna dan hampa?
Mengapa rona di wajah itu hilang?

 Kubuka bola mata ini di ufuk keheningan
Aku terdiam di tengah jerit dan kekosongan
Mereka menjerit berteriak penuh rasa takut
Mereka mendayukan tangis dan rintihan luka di hati
Gadis-gadis kecil itu menangis tanpa mengerti apa yang terjadi….

 Tanah ini telah terluka, ia telah murka
Apakah kami yang terlalu bodoh memahaminya?
Atau ini hanyalah lantunan dari Sang Pemilik?
Di ufuk timur tanah surga telah menjadi padang Sahara
Di pagi hari, sinar mentari cerah menjadi hujan dari neraka dunia

Mengapa………?
Mengapa ini terjadi di tanahku?
Mengapa……….?
Mengapa bidadari kecil itu menangis pilu?
Ku tak tau tanah surga ini telah ditelan oleh amarah bumi


Tapi…………..
Ah…….sudahlah, lupakan kekelaman itu
Ah…….sudahlah, lupakan tangis itu
Ah…….sudahlah, lupakan neraka kecil ini
Biarlah…

Ini hanyalah permainan kecil dari Sang Perkasa
Ini hanyalah tulisan kecil agar kita lebih mengenal-Nya
Agar kita kembali ke jalan kupu-kupu itu
Agar kita dapat membuka lembar baru yang putih suci
Bersih putih fitrah tanpa noda hitam kelalaian dan kesedihan itu
Ini terjadi agar bidadari kecil itu dapat tersenyum tanpa topeng dosa itu

Wahai Bumi Turangku bangkitlah!!!
Tunjukkan senyum kalian kembali seperti dulu
Wahai Bumi Turangku sadarlah !!!
Ini adalah cinta Sang Maha Cinta yang sebenarnya
Karena ia masih mengoreksi tugas hamba kecil ini
Karena ia masih sangat cita dan memeluk jiwa kecil kita ini

Wahai peri kecil Bumi Turang Tanah Karoku sudahlah, hapus tetes kesedihan luka itu
Kumohon tersesenyum dengan baris putih kembali pada diriku
Kumohon……..
Seperti masa dahulu itu